KONSEP PEMASARAN UNIVERSAL
Dasar dari keberhasilan program pemasaran
global adalah pemahaman yang dalam akan disiplin pemasaran. Pemasaran adalah
proses mengkonsentrasikan berbagai sumber daya dan sasaran dari sebuah
organisasi pada kesempatan dan kebutuhan lingkungan. Fakta utama dan paling
fundamental adalah bahwa pemasaran merupakan disiplin universal. Disiplin
pemasaran dapat di setiap negara. Walaupun pemasaran bersifat universal,
kebiasaan pemasaran tentu bervariasi dari satu negara ke negara lain.
- Konsep Pemasaran
Dalam 3 dekade terakhir konsep pemasaran
telah berubah secara dramatis. Konsep pemasaran berkembang dari konsep semula,
yang memfokuskan pada pemasaran produk dan pada membuat produk lebih baik,
dengan lebih baik didasarkan pada standar dan nilai internal.
- Konsep Baru Pemasaran dan “Empat P”
Konsep baru dari pemasaran, yang muncul
kira-kira tahun 1960, mengalihkan fokus pemasaran dari produk ke pelanggan.
- Konsep Strategis Pemasaran
Di tahun 1990 jelas bahwa konsep baru
pemasaran sudah ketinggalan zaman dan zamannya menuntut konsep strategis.
Konsep strategis pemasaran, mengubah fokus dari pelanggan atau produk ke
pelanggan dalam konteks lingkungan eksternal yang lebih luas.
PEMASARAN DOMESTIK KE PEMASARAN GLOBAL
- Pemasaran Domestik
Pemasaran domestik adalah pemasaran yang secara nyata ditunjukkan pada pasar dalam negeri. Pemasaran ini memfokuskan pada pasar domestik untuk menghindari tantangan memasarkan ke luar negeri. Orientasi mereka adalah bersifat “ETHNO CENTRIC”, yaitu bahwa sifat pasar atau konsumen dimanapun akan sama, sehingga manajemen memandang pasar domestik padat dengan peluang yang jauh lebih aman.
- Pemasaran Ekspor
Pemasaran
Ekspor adalah tahap pertama untuk menanggapi kesempatan pasar di luar negeri.
Pemasar ekspor menjadikan pasar di luar negeri sebagai sasaran dan
menggantungkan diri pada produksi dalam negeri untuk memasok pasar ini. Fokus
dalam tahap ini adalah memanfaatkan produk dan pengalaman dalam negeri.
- Pemasaran Internasional
Pemasaran Internasional adalah suatu tindakan yang lebih jauh lagi dari pemasaran ekspor dan menjadi lebih terlibat dalam lingkungan pemasaran dalam negara tempat perusahaan yang melakukan bisnis.
- Pemasaran Multinasional
- Pemasaran Global / Transnasional
Pemasaran Global/Transnasional adalah
memfokuskan pada pemanfaatan asset, pengalaman dan produk perusahaan secara
global dan melakukan penyesuaian pada apa yang benar-benar unik dan berbeda
dalam setiap negara. Konsep ini mengakui budaya universal dan perbedaan pasar
yang unik.
KEKUATAN YANG MENDORONG DAN MENGHAMBAT PEMASARAN GLOBAL
Kekuatan yang Mendorong Pemasaran Global
- Kebutuhan Pasar, kebanyakan pasar global tidak terjadi secara alami. Pasar seperti itu harus diciptakan dengan usaha pemasaran.
- Teknologi, ada kekuatan yang amat besar yang mendorong dunia ke arah menyatunya hal-hal yang sudah umum, dan kekuatan itu adalah teknologi. Teknologi menyederhanakan komunikasi, transportasi dan perjalanan.
- Biaya, keseragaman dapat menurunkan biaya riset, rekayasa dan desain di semua fungsi bisnis, dari rekayasa dan pembuatan sampai pemasaran dan administrasi.
- Mutu, volume global menghasilkan penerimaan yang lebih besar dan margin operasi yang lebih besar untuk mendukung mutu desain dan pembuatan. Sebuah perusahaan global dan lokal mungkin masing-masing mengeluarkan 5 persen untuk riset dan pengembangan, tetapi perusahaan global mungkin mempunyai pendapatan 10 kali lebih besar dari perusahaan lokal.
- Komunikasi dan Transportasi, revolusi informasi memberikan kontribusi pada berkembangnya pemasaran global. Setiap orang menginginkan perwujudan produk yang terbaik, paling mutakhir dan paling modern.
- Daya Tuas, salah satu kelebihan perusahaan global adalah kesempatan untuk mengembangkan daya tuas yang dimilikinya karena perusahaan itu beroperasi secara stimultan di lebih dari satu pasar nasional.
- Perbedaan Pasar, dalam setiap kategori produk, perbedaan masih cukup banyak di antara batas negara dan budaya yang memerlukan adaptasi paling sedikit dari bauran pemasaran. Perusahaan yang mengabaikan perbedaan ini dan yang telah mencoba strategi merek dagang global tanpa memikirkan perbedaan ini akan menghadapi kegagalan.
- Sejarah, bahkan sekalipun produknya sendiri merupakan calon yang baik untuk globalisasi, sejarah merek dagang mungkin masih memerlukan strategi pemasaran yang khusus dan berbeda, serta di setiap negara perlu penentuan posisi sendiri.
- Kecadokan Manajemen, sebuah contoh dari kecadokan manajemen adalah perusahaan yang tidak mempertahankan kepemimpinan dalam menciptakan nilai pelanggan ketika memperluas wilayah geografi. Sebuah perusahaan yang melihat ke belakang tidak memperluas wilayahnya secara geografis.
- Budaya Organisasi, dalam perusahaan dengan manajemen anak perusahaan mengetahui semuanya, tidak ada lagi ruang untuk visi dari puncak. Perusahaan global yang sukses adalah pemasar yang telah belajar cara memadukan visi global dan perspektif dengan inisiatif dan masukan pasar lokal.
- Kendali Nasional/Hambatan untuk Masuk Suatu Negara, setiap negara melindungi perusahaan lokal dan kepentingannya dengan memegang kendali terhadap akses pasar dan jalan masuknya. Kendali ini bervariasi dari yang berteknologi rendah berupa pengendalian monopoli tembakau dari akses ke pasar tembakau sampai yang berteknologi tinggi berupa pengendalian pemerintah nasional terhadap pasar pemancar.
KEKUATAN YANG MENDASARI BISNIS INTERNASIONAL
- Orientasi Manajemen
Orientasi adalah asusmsi atau keyakinan yang seringkali
tidak disadari mengenai sifat dunia ini. Ada 3 orientasi dasar yang menjadi
pedoman pekerjaan eksekutif internasional; etnosentris, polisentris, dan
geosentris. Konsep ini kemudian dikembangkan dengan memasukan orientasi
regional dan menjadi skema EPRG (Etnosentrisme,
Polisentrisme, Regiontrisme, Geosentrisme).
- Kerangka Kerja Moneter Internasional
Pertumbuhan yang cepat dari perdagangan dan investasi
dalam era pasca perang dunia II telah menciptakan kebutuhan likuiditas
internasional yang semakin mendesak untuk mempermudah pertukaran barang dan
jasa antar negara. Dengan adanya kerangka kerja moneter internasional yang
memadai memungkinkan perusahaan untuk membiayai perdagangan dan investasi
global, dan untuk meneruskan usaha pemasaran global mereka.
- Sistem Perdagangan Dunia
Sistem perdagangan dunia pasca perang dunia II disusun
dengan keinginan umum menghindari kembalinya praktik perdangangan terbatas dan
diskriminatoris seperti yang terjadi pada tahun 1920-an. Ada komitmen untuk
menciptakan dunia bebas yang memungkinkan arus barang dan jasa secara bebas
antar negara. Sistem yang muncul dari komitmen ini termasuk General Agreement on Tariffs and Trade
(GATT), yang menyediakan kerangka kerja institusional dan satu rangkaian yang
terdri dari empat peraturan dan prinsip dalam usaha yang membebaskan
perdagangan.
- Perdamaian Global
Sejak tahun 1945 dunia masih terbebas dari konflik besar
dunia seperti yang menandai paruh pertama abad ini. Walaupun kondisi ini tidak
sepenuhnya damai, tetapi keadaan ini menyediakan dasar yang relatif stabil
untuk perekonomian yang sehat dan cepat.
- Pertumbuhan Ekonomi Domestik
Ada dua alasan mengapa pertumbuhan ekonomi menjadi
kekuatan yang mendasari perluasan ekonomi internasional. Pertama, pertumbuhan
telah menciptakan kesempatan pasar. Adanya kesempatan pasar menjadi faktor
pendorong perusahaan untuk memperluas jangkauannya ke pasar internasional.
Kedua, pertumbuhan ekonomi telah mengurangi penolakan, yang mungkin telah
berkembang, sebagai respons terhadap masuknya perusahaan asing ke dalam ekonomi
domestik.
- Teknologi Komunikasi dan Transportasi
Hambatan waktu dan biaya akibat jarak telah jauh
berkurang dalam 100 tahun terakhir. Meningkatnya kecepatan dan kapasitas
komunikasi berbiaya rendah merupakan kekuatan utama untuk mempermudah perluasan
bisnis internasional.
- Korporasi Global
Korporasi
global, atau perusahaan apapun yang mempunyai tujuan bisnis global dengan
menghubungkan sumber daya dunia dengan kesempatan pasar dunia, adalah
organisasi yang telah bereaksi terhadap kekuatan yang mendorong, menghambat,
dan melandasi di dunia.
KONSEP KUNCI PEMASARAN GLOBAL
Konsep kunci perencanaan pemasaran global meliputi strategi;
perusahaan dunia; pengelompokan, segmentasi,
dan target pemasaran; kepekaan lingkungan; pengaruh yang mempersatukan dan
membedakan; daur hidup produk.
TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN KORPORASI TRANSNASIONAL : TOPOLOGI DINAMIS
Tahap Pertama : Perusahaan Domestik
Perusahaan domestik adalah suatu unit bisnis yang tingkat
operasional dan pangsa pasarnya berada dalam suatu wilayah saja tanpa melewati
batas suatu negara. Jenis perusahaan ini masih bersifat sederhana dan tidak
kompleks karena hanya memperhitungkan berbagai variabel yang berlaku di
sekitarnya saja mulai dari besar kecil kompensasi, budaya perusahaan, rekrutmen
tenaga kerja, analisis pasar, dan lain sebagainya. Model perusahaan domestik
tidak ada dan orientasi pasar domestik adalah bersifat etnosentris yaitu yaitu
bahwa sifat pasar atau konsumen dimanapun akan sama, sehingga manajemen
memandang pasar domestik padat dengan peluang yang jauh lebih aman. Peran unit
negara perusahaan domestik adalah satu negara dan pengetahuannya dari negara
itu sendiri. Contoh perusahaannya adalah perusahaan air minum dalam kemasan dari
Indonesia yaitu PT. Tirta Bahagia.
Tahap Kedua : Perusahaan Internasional
Perusahaan internasional adalah suatu unit bisnis yang
sudah memperluas atau ekspansi produksi dan pemasaran produk baik barang maupun
jasa ke luar negeri dari negara asalnya. Pada tahap kedua perusahaan mulai
mengembangkan kegiatannya ke luar negeri, walaupun kegiatannya sudah berkembang
ke luar negeri tetapi orientasi perusahaannya masih etnosentris atau masih
berfokus terhadap pasar dalam negeri. Model perusahaan internasional adalah
federasi terkoordinasi dimana perusahaan pusat mengembangkan sistem-sistem
manajemen canggih yang memungkinkannya untuk mempertahankan kontrol keseluruhan,
meskipun ruang-lingkup diberikan pada manajemen lokal untuk mengadopsi
praktek-praktek yang mengenali kondisi-kondisi pasar lokal. Peran unit negara
perusahaan internasional adalah mengadaptasi dari negara yang di ekspor dan
terus meningkatkan kompetensinya. Pengetahuan perusahaan internasional berasal
dari pusat dan dialihkan ke manajemen lokal. Contoh perusahaanya adalah
PT. Sidomuncul yang berasal dari Indonesia yang produknya Tolak Angin dan sudah
berbagai negara.
Tahapan Ketiga: Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang berusaha
di banyak negara, perusahaan ini biasanya sangat besar. Perusahaan seperti ini
biasanya memiliki kantor-kantor, pabrik atau kantor cabang di banyak negara.
Penyesuaian dengan budaya di tiap negara merupakan suatu keharusan untuk dapat
bertahan dan sukses. Orientasi perusahaan multinasional berubah menjadi
polisentris yaitu perusahaan menggunakan strategi yang terbaik dang yang
berbeda sesuai kebudayaan negara tersebut. Model perusahaan multinasional
adalah federasi terdesentralisasi yaitu perusahaan yang berada di negara lain
berusaha untuk mengoptimalkan kinerja mereka di negara masing-masing. Peran
unit negara perusahaan multinasional adalah melihat ada atau tidaknya peluang
di masing-masing negara. Pengetahuan perusahaan multinasional adalah
dipertahankan dalam unit operasi. Contoh perusahaannya adalah Asustek Computer
Incorporated yang berasal dari China Taipei yang memproduksi laptop, telepon
genggam dan lain-lain.
Tahapan Keempat : Perusahaan Global
Perusahaan global adalah
perusahaan yang memiliki kantor pusat di banyak negara lain dengan
sistem pengambilan keputusan desentralisasi. Sistem partisipasi bisnis global
digunakan karena sudah semakin pudar dan hilangnya batasan-batasan pasar suatu
negara dengan negara lainnya (globalisasi). Biasanya perusahaan global memiliki
ciri distribusi sudah ekspor, memiliki unit produksi di luar negara asal dan
melakukan aliansi dengan perusahaan asing. Orientasi perusahaan global adalah campuran
dari etnosentris, polisentris dan geosentris. Model perusahaan global adalah
federasi tersentralisasi yaitu fokusnya di pasar global dari pada pasar lokal.
Peran unit negara perusahaan global adalah pemasaran atau pemcari pemasok dari
berbagai negara. Pengetahuan perusahaan global adalah pemasaran dikembangkan
dan dipakai bersama di seluruh perusahaan. Contoh perusahaannya adalah PT.
Unilever yang berasal dari Belanda yang memproduksi makanan, minuman,pembersih
dan lain-lain.
Tahap Kelima : Perusahaan Transnasional
Perusahaan transnasional
adalah perusahaan yang memproduksi barang atau jasa dilebih dari satu
Negara. Perusahaan seperti ini bias berupa perusahaan kecil yang memiliki satu
atau dua pabrik dinegara lain, atau juga perusahaan-perusahaan raksasa yang
beroprasi diseantero planet ini. Orientasi perusahaan transnasional adalah
geosentris yaitu berwawasan global tanpa memandang negara asalnya. Model
perusahaan transnasional adalah jaringan terpadu yaitu perusahaan mengembangkan
kemampuan strategi dari tahap-tahap sebelumnya dan menggabungkannya terhadap persaingan global tapi juga
mengijinkan kewaspadaan lokal pada kebutuhan-kebutuhan pasar. Peran unit negara
perusahaan transnasional adalah berkontribusi terhadap perusahaan di seluruh
dunia. Pengetahuan perusahaan transnasional adalah semua fungsi dari tahap
sebelumnya dikembangkan dan dipakai bersama. Contoh perusahaanya adalah PT.
Coca Cola Company yang berasal dari Amerika yang memproduksi minuman bersoda.
TINJAUAN EKONOMI DUNIA
Ekonomi dunia telah mengalami perubahan
revolusioner dalam 50 tahun terakhir. Mungkin perubahan yang paling besar dan
mendasar adalah munculnya “pasar global dan persaingan global”. Perubahan terus berlangsung di seluruh
dunia, termasuk di Negara sedang berkembang, terdapat 5 perubahan besar yang
mendasar, yaitu :
- Perpindahan modal menjadi kekuatan yang mendorong ekonomi dunia, bukan lagi perdagangan, sehingga perpindahan modal dan perdagangan sangat menentukan nilai mata uang (kurs valuta asing).
- Produksi telah “terlepas” dari tingkat orang yang bekerja. (walaupun tingkat tenaga kerja menurun, tetapi volume produksi masih tetap terus meningkat)
- Produk primer telah “terlepas” dari ekonomi industri. (hal ini berlawanan dengan masa lalu, yaitu ketika turunnya harga bahan mentah akan menyebabkan depresi di seluruh dunia dalam ekonomi industri)
- Ekonomi dunia dapat dikendalikan. Ekonomi makro Negara tidak lagi mengendalikan hasil ekonomi.
- “Kontes” selama 75 tahun antara kapitalisme dan sosialisme telah berakhir. Keberhasilan yang jelas dari sistem kapitalis dibandingkan model komunis yang terkendali dan terpusat telah menyebabkan runtuhnya komunisme sebagai sebuah model mengorganisasi kegiatan ekonomi dan sebagai sebuah ideologi.
Di dunia terdapat 3 tipe sistem ekonomi,
yaitu kapitalis, sosialis dan campuran. Klasifikasi ini didasarkan pada metode
mengalokasikan sumber daya dalam sistem, yang masing-masing berupa alokasi
pasar, alokasi berdasarkan perintah atau rencana sentral dan alokasi campuran.
Tidak ada contoh yang murni dari sistem alokasi pasar atau alokasi berdasarkan
rencana sentral. Semua sistem yang ada sebenarnya adalah alokasi campuran.
- Alokasi Pasar
Adalah sistem yang mengandalkan pada
pelanggan atau konsumen untuk mengalokasikan sumber daya. Pilihan atau
pembelian pelanggan di bawah suatu sistem pasar memutuskan apa yang akan
diproduksi oleh siapa.
Sistem pasar adalah demokrasi ekonomi –
uang memberikan hak pada anda untuk memberikan suara mengenai barang sesuai
dengan pilihan anda. Pelanggan dan konsumen membuat rencana ekonomi dari system
alokasi pasar dengan keputusan mereka membeli dan minat membeli. Contoh Sistem
Alokasi Pasar adalah negara AS, Eropa
Barat dan Jepang (mereka menguasai ¾ Produk Bruto Dunia). Keunggulan yang nyata
dari system Alokasi Pasar adalah dalam menyerahkan barang dan jasa yang
diperlukan dan diinginkan orang telah
menyebabkan perluasannya ke mantan dari sisi sosialis.
- Alokasi Berdasarkan Perintah (Komando)
Dalam sistem ini, keputusan alokasi sumber
daya (yaitu : produk mana yang harus dibuat dan cara membuatnya) di buat oleh
perencana Pemerintah. Jumlah mobil, sepatu, baju , sepeda motor, televisi dan
ukuran, warna, mutu, sifat dan sebagainya dari setiap produk ditentukan oleh
perencana Pemerintah.
Di bawah sistem perintah, konsumen bebas
untuk membelanjakan uangnya pada barang yang tersedia, tetapi keputusan
mengenai apa yang dibuat dan oleh karena itu, barang apa yang tersedia dibuat
oleh Perencana Pemerintah.
Contohnya : Mantan Uni Soviet dan Cina,
mereka mengandalkan pada sistem alokasi perintah. Kedua negara tersebut telah
bergeser menjadi sistem alokasi pasar. Negara Kuba adalah sebuah contoh negara
yang masih menggunakan sistem ekonomi alokasi perintah.
- Sistem Campuran
Sebenarnya tidak ada sistem alokasi pasar
atau perintah yang murni, semua sistem pasar mempunyai sektor perintah dan
sistem perintah mempunyai sektor pasar.
Semua sistem pasar kapitalis adalah “campuran” (artinya: mereka mempunyai
elemen alokasi pasar dan perintah).
Alokasi perintah dari ekonomi pasar adalah
proporsi produk domestik bruto yang dikenai pajak dan dikeluarkan oleh
pemerintah.
- Produktivitas di seluruh Dunia
Ada hubungan yang erat antara pertumbuhan
produktivitas tenaga kerja, yang diukur dengan pertumbuhan output yang
dihasilkan per orang dalam tenaga kerja dan bagian investasi dalam PNB.
Tetapi produktivitas tidak secara
eksklusif ditentukan oleh investasi saja. Produktivitas sebagian tergantung
dari manajemen dan tenaga kerja terampil, pendidikan, tingkat pengangguran dan
lainnya.
PERKEMBANGAN PASAR
Tahap-tahap dalam Perkembangan Pasar
Pasar negara global berada dalam tahap
perkembangan yang berbeda. PNB per-kapita merupakan dasar segmentasi demografis
yang berguna. Dengan dasar ini, kita telah membagi pasar global menjadi 5 kategori. Negara-negara dalam ke-5
kategori ini mempunyai karakteristik yang serupa, sehingga tahap-tahap tadi
menyediakan dasar bermanfaat untuk melakukan segmentasi global dan menentukan
sasaran pemasaran. Kelima kategorinya adalah :
Negara Perpenghasilan Rendah :
Dikenal juga sebagai “dunia ketiga” atau
negara pra-industri, adalah negara-negara yang mempunyai penghasilan kurang
dari $ 400 per-kapita tahun 1992. Karakteristik yang dimiliki oleh
negara-negara dengan tingkat penghasilan ini adalah sbb:
- Industrialisasi terbatas dan persentase tinggi penduduk dengan pekerjaan di bidang dan hidup minimal dari pertanian
- Tingkat kelahiran tinggi
- Tingkat buta huruf tinggi
- Sangat bergantung pada bantuan luar negeri
- Politik tidak stabil dan banyak gejolak
- Terkonsentrasi di Afrika, sebelah selatan Sahara
Negara-negara ini amat terbatas sebagai
pasar semua macam produk dan tidak signifikan sebagai ancaman bersaing.
Negara Perpenghasilan Menengah-Bawah :
Negara ini juga dikenal sebagai negara
berkembang (NSB), adalah negara-negara yang mempunyai PNB antara $400 dan
kurang dari $2,000 per-kapita di tahun 1992.
Negara ini berada dalam tahap awal
industrialisasi. Berbagai pabrik dibangun untuk memasok pasar domestik yang
tumbuh dengan barang-barang seperti bahan sandang, baterai, ban, bahan bangunan
dan makanan dalam kemasan. Negara ini
juga merupakan lokasi untuk produksi produk standar dan sudah mencapai tahap
dewasa seperti pakaian untuk pasar ekspor.
Pasar konsumen di negara ini terus meluas.
Mereka merupakan ancaman bersaing yang semakin besar kalau mereka memobilisasi
tenaga kerja yang relatif murah dan sering kali bermotivasi tinggi ke pasar
sasaran di bagian lain dunia. Dalam produk yang sudah mencapai tahap dewasa dan
standar, mereka mempunyai keunggulan bersaing yang besar.
Negara Perpenghasilan Menengah-Atas :
Negara ini juga dikenal sebagai negara
industri baru, yaitu negara-negara yang mempunyai PNB antara $2,001 dan $12,000
perkapita di tahun 1992. Dalam negara ini persentase sektor pertanian menurun
tajam karena penduduk pindah dari sektor pertanian ke sektor industri dan
tingkat urbanisasi meningkat. Banyak negara dalam tahap ini melakukan
industrialisasi secara cepat. Tingkat upah meningkat dan yang melek huruf makin
banyak dengan tingkat pendidikan maju, tetapi tingkat upah mereka masih jauh
lebih kecil dari negara maju. Dengan
kemampuan negara maju dan upah yang lebih rendah, mereka sering kali menjadi
pesaing yang kuat dan mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat yang didorong
oleh ekspor.
Negara Perpenghasilan Tinggi :
Dikenal juga sebagai negara maju,
industri, pasca industri atau Dunia Pertama, yaitu negara-negara yang mempunyai
PNB di atas $12,000 perkapita. Dengan pengecualian beberapa negara kaya minyak,
negara kategori ini mencapai tingkat penghasilan sekarang lewat proses
pertumbuhan ekonomi yang dapat dipertahankan.
Istilah pasca industri pertama kali
diajukan oleh Daniel Bell dari Harvard. Bell mengatakan : bahwa perbedaan yang
terbesar antara masyarakat industri dan pasca industri adalah sumber daya
inovasi di masyarakat pasca industri terutama berasal dari kodifikasi
pengetahuan teoritis bukan dari penemuan “secara acak”.
Karakteristik lain, seperti : kepentingan
di sektor jasa ( > 50% PNB ), tingkat kepentingan yang tinggi dalam
pemrosesan dan pertukaran informasi, dan pengaruh pengetahuan lebih besar daripada
modal sebagai sumber daya strategis, teknologi intelektual lebih besar dari
teknologi mesin, ilmuwan dan professional lebih besar dari insinyur dan tenaga semi terampil, serta teori dan
model lebih besar dari prosedur empiris.
Aspek lain dari masyarakat pasca industri
adalah orientasi ke arah masa depan dan kepentingan antarpribadi dan hubungan
intrakelompok dalam terselenggarannya fungsi masyarakat.
Contoh masyarakat pasca industri (negara maju) adalah negara Amerika Serikat,
Swedia, dan Jepang.
POLA KONSUMSI
- Hukum Engel
Pendapatan merupakan variabel penting yang
mempengaruhi pasar potensial untuk sebagian besar produk. Bagaimana pendapatan
mempengaruhi konsumsi? Setiap pemasar
menyadari hubungan antara pendapatan dan pola konsumsi, oleh karena itu
seringkali menggunakan segmentasi pendapatan untuk menentukan pasar. Sifat
elastisitas pendapatan untuk makanan pertama kali diamati dan dirumuskan oleh
ahli statistik bangsa Rusia di abad ke-19, yaitu Ernst Engel. Engel menemukan
kondisi seragam di Negara Eropa yang disurveinya. Kalau pendapatan tumbuh diatas angka
minimum tertentu, pengeluaran untuk makanan dalam persentase pendapatan total
akan menurun, walaupun angka absolute pengeluaran untuk makanan tidak berubah
atau naik. Pola pengeluaran untuk hal yang penting,
disebut sebagai Hukum Engel dan dibenarkan dengan bukti penelitian anggaran.
- Tingkat Kejenuhan Produk
Pada umumnya, tingkat kejenuhan produk satu
persentase pembeli potensial atau jumlah rumah tangga yang memiliki produk tertentu, naik kalau
pendapatan nasional per kapita naik. Akan tetapi dalam pemasaran dengan
pendapatan cukup bagi konsumen membeli produk tertentu, faktor lain hanya
dipertimbangkan. Misalnya :
Penjualan penyejuk udara (air conditioner)
dijelaskan dengan pendapatan dan iklim.
- Orang dengan pendapatan rata-rata di Negara berpenghasilan rendah tidak mampu membeli penyejuk udara tidak peduli betapa panasnya udara ditempat itu.
- Orang dengan pendapatan tinggi di iklim yang lebih dingin dapat dengan mudah membeli penyejuk udara, tetapi tidak mempunyai akan kebutuhan itu.
POLA PERDAGANGAN
- Perdagangan Barang
Ditahun 1990 : Nilai perdagangan dunia kira-kira AS$ 3,5
triliun, dengan 75% ekspor dunia dihasilkan oleh Negara industri dan 25% oleh
negara berkembang. ME (Eropa) menguasai 40%, AS & Kanada
menguasai 18%, Jepang sekitar 9%. 60% dari Ekspor ME (Eropa) dan 51%
impornya terjadi di antara negara ME(Eropa) sendiri. Bila ME dianggap sebuah Negara, mereka
menguasai 16% ekspor dunia, atau sedikit dibawah AS (40% dari 40%)
20 negara didunia yang paling banyak dalam
mengekspor dan mengimpor adalah sbb dengan pengecualian Korea dan Cina, semua
adalah Negara berpenghasilan tinggi. Negara tsb adalah: Belanda, Belgia,
Irlandia, Portugal, Spanyol, Eslandia, Austria, Norwegia, Yunani, Perancis,
Italia, Swiss, Inggris, Denmark, Jepang, Swedia, Turki, Finlandia, Cekoslovakia
& Hongaria.
- Perdagangan Jasa
Mungkin sektor pertumbuhan perdagangan
dunia yang paling cepat adalah perdagangan dalam bidang jasa. Sayangnya
statistik dan data mengenai perdagangan jasa tidak selengkap perdagangan barang.
Banyak Negara (NSB) mengalami kerugian dalam menegakkan hak cipta internasional
dan undang-undang paten hingga menyebabkan pemasukan negatif dalam bidang jasa
terhadap Negara yang menciptakan produk jasa seperti perangkat lunak dan alat
hiburan video.
ASPEK DASAR BUDAYA
Para ahli anthropologi mempunyai kesamaan
pendapat mengenai 3 karakteristik budaya :
- Budaya bukan pembawaan sejak lahir melainkan dipelajari
- Berbagai bentuk budaya saling berhubungan (kalau salah satu aspek budaya tersentuh, yang lain ikut terpengaruh)
- Dimiliki bersama oleh anggota kelompok dan menjadi pembatas antara kelompok yang berbeda
Karena budaya mempunyai pengaruh demikian
penting pada tingkah laku pelanggan, akan bermanfaat untuk membahas secara
garis besar asumsi utama yang menyangkut sifat budaya.
PENDEKATAN ANALITIS FAKTOR-FAKTOR BUDAYA
Alasan mengapa faktor budaya merupakan
tantangan bagi pemasar global adalah bahwa semua ini tidak mudah terlihat.
Budaya merupakan tingkah laku yang dipelajari, yang diturunkan dari satu
generasi ke generasi berikutnya, sulit bagi seseorang dari luar kalangan yang
tidak berpengalaman atau tidak terlatih untuk memahaminya. Kecuali bila kita
belajar cara untuk menyingkirkan asumsi
budaya kita, kita tidak akan sepenuhnya memahami arti dan pentingnya pernyataan
maupun tingkah laku orang dari budaya yang berbeda, yang akan melakukan bisnis
dengan kita.
Misalnya: Bila Anda berasal dari budaya yang
mendorong tanggungjawab dan inisiatif, anda dapat salah mengerti dengan seorang
klien atau atasan dari budaya yang menganjurkan agar orang tetap mengendalikan
diri dalam semua kegiatannya. Atasan Anda akan mengharapkan diberitahu secara
rinci apa yang anda kerjakan ketika anda mungkin mengambil inisiatif dengan
anggapan bahwa atasan anda akan menghargai kemauan anda untuk bertanggungjawab.
Untuk mengatasi kecadokan budaya, perlu
untuk mengetahui bahwa ada perbedaan budaya dan hal itu dapat dipelajari dan
disatukan dalam dasar pengalaman anda. Ada beberapa faktor dasar yang akan
mempercepat kemampuan anda untuk belajar mengenai budaya lain, yaitu :
- Awal dari kebijaksanaan adalah menerima bahwa kita tidak akan pernah benar-benar memahami diri kita sendiri maupun orang lain (manusia terlalu kompleks untuk “dipahami”). Seperti dikemukan oleh Carl Jung, : “Pada dasarnya salah pengertian itu tidak ada, salah pengertian hanya ada dalam bidang yang kita anggap “mengerti”.
- Sistem persepsi kita amat terbatas. Kita nyaris tidak “melihat” apa-apa. Sistem syaraf kita terorganisasi dengan prinsip umpan balik negatif (artinya : sistem syaraf kita bekerja demikian halus, sehingga sistem kendali kita hanya diaktifkan kalau ada sinyal masukan yang berbeda dari apa yang kita harapkan).
- Kita menghabiskan sebagian besar energi untuk mengelola masukan persepsi
- Kalau kita mengalami atau menangkap tingkah laku aneh, ada sesuatu di belakang tingkah laku ini (yaitu sistem budaya keyakinan dan nilai yang tidak kita pahami)
- Bila kita ingin menjadi efektif dalam budaya asing, kita harus mencoba memahami keyakinan, motif dan nilai. Hal ini memerlukan sikap terbuka, sikap yang berada di atas budaya kita sendiri.
NEGOSIASI
Negosiasi adalah sebuah bentuk interaksi
sosial saat pihak-pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan
tujuan yang berbeda dan bertentangan.
PRODUK KOMSUMEN
Yaitu produk yang digunakan oleh konsumen
tingkat akhir, jadi konsumen membeli lalu digunakan langsung sehingga tidak
dijual kembali. Secara umum produk yang sering di konsumsi masyarakat
digolongkan menjadi tiga bagian diantaranya:
- Produk kebutuhan sehari-hari.
- Produk belanjaan.
- Produk khusus.
PRODUK INDUSTRI
Yaitu produk yang dibeli oleh produsen
atau perusahaan, yang nantinya akan dijual kembali atau digunakan sebagai bahan
baku untuk proses produksi sehingga menghasilkan barang lain. Jadi intinya
barang/produk industri digunakan untuk proses produksi, diantaranya yaitu:
- Materials and parts “bahan baku dan suku cadang”
- Capital items “barang modal”
- Supplies and services “perlengkapan dan layanan bisnis”
HUKUM INTERNASIONAL
Hukum internasional adalah bagian hukum
yang mengatur aktivitas entitas berskala internasional . Pada awalnya, hukum
internasional hanya diartikan sebagai perilaku dan hubungan antarnegara namun
dalam perkembangan pola hubungan internasional semakin kompleks pengertiannya.
Hukum internasional juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi
internasional dan pada batas tertentu, perusahaan multinasional dan individu.
Hukum internasional adalah hukum
bangsa-bangsa, hukum antarbangsa atau hukum antarnegara. Hukum bangsa-bangsa
dipergunakan untuk menunjukkan pada kebiasaan dan aturan hukum yang berlaku
dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu. Hukum antarbangsa atau hukum
antarnegara menunjukkan pada kompleks kaedah dan asas yang mengatur hubungan
antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara.
ORGANISASI KAWASAN
Organisasi kawasan (OK) adalah organisasi
internasional (OI) yang beranggotakan beberapa negara dan mencakup badan geopolitik
yang operasinya tidak memandang batas negara-bangsa. Keanggotaannya ditentukan
oleh batas geografi tertentu seperti benua atau batas geopolitik seperti blok
ekonomi. Organisasi kawasan didirikan untuk mendorong kerja sama dan integrasi
politik dan ekonomi atau dialog antarnegara atau antarlembaga dalam satu
wilayah geografis atau geopolitik tertentu. Organisasi ini menggambarkan pola
pembangunan dan sejarah yang muncul sejak akhir PDII serta fragmentasi di dalam
globalisasi. Sebagian besar OK bekerja sama dengan organisasi-organisasi
multilateral seperti PBB. Meski organisasi kawasan kadang disebut organisasi
internasional, istilah organisasi kawasan dianggap lebih masuk akal karena
menekankan cakupan keanggotaannya yang lebih terbatas.
Contoh-contoh OK adalah Uni Afrika (UA),
Uni Eropa (UE), Komunitas Karibia (CARICOM), Liga Arab (AL), Perhimpunan
Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Asosiasi Kerja Sama Kawasan Asia Selatan
(SAARC), dan Persatuan Bangsa-Bangsa Amerika Selatan (USAN).
LISENSI
Lisensi secara umum dapat diartikan
pemberian izin, hal ini termasuk dalam sebuah perjanjian. Definisi lain,
pemberian izin dari pemilik barang/jasa kepada pihak yang menerima lisensi
untuk menggunakan barang atau jasa yang dilisensikan.
ANTITRUST
Antitrust merupakan kebijakan pemerintah
untuk menangani monopoli. Undang-undang antitrust bertujuan untuk menghentikan
penyalahgunaan kekuatan pasar oleh perusahaan-perusahaan besar dan, terkadang,
untuk mencegah merger dan akuisisi perusahaan yang akan menciptakan atau
memperkuat monopoli.Ada perbedaan besar dalam kebijakan antitrust baik antar
negara dan dalam negara yang sama dari waktu ke waktu. Hal ini telah
mencerminkan ide yang berbeda tentang apa yang merupakan monopoli dan, di mana
ada satu, macam perilaku yang kasar.
SISTEM KEUANGAN INTERNASIONAL
Sistem keuangan internasional yang pernah
diterapkan mulai dari zaman dahulu hingga sekarang:
Sistem Standar Emas
Sistem standar emas adalah sistem keuangan
yang berdasar pada nilai emas sebagai acuan untuk alat pembayaran yang sah,
dasar penentuan nilai uang, dan sebagai dasar dalam menentukan atau pembanding
nilai tukar mata uang. Hakikatnya nilai mata uang suatu negara apakah itu
berupa uang kertas maupun jenis lainnya, dalam sistem standar emas nilai mata
uang tersebut akan berkaitan langsung dengan nilai emas yang dimiliki oleh
suatu negara. Sederhananya adalah negara berhak mencetak uang
sebanyak-banyaknya sesuai dengan mata uang negara yang sah dengan persyaratan
jumlah emas yang disimpan atau dimiliki oleh negara memiliki nilai yang sama
dengan jumlah uang yang dicetak.
Beberapa alasan kenapa banyak negara yang
mulai menerapkan sistem standar emas adalah karena adanya kestabilan terhadap
nilai kurs valuta asing, nilai kurs yang relatif stabil tersebut merupakan
dampak dari kebijakan yang diterapkan dalam kegiatan ekspor impor emas. Selain
itu kelebihan lainnya adalah kecilnya defisit atau surplus dalam neraca
pembayaran lebih cenderung tidak terlalu berlarut lama akan tetapi secara
berkelanjutan akan menyusut dengan sendirinya dan akan kembali seimbang ke
posisi semula.
Sistem Bretton Woods
Berakhirnya perang dunia pertama membawa
dampak buruk yang berkepanjangan terhadap laju perkembangan perekonomian di
seluruh negara-negara di dunia. Penerapan sistem standar emas dinilai tidak
lagi sesuai dengan kondisi negara setelah perang dunia pertama, hal ini
disebabkan berkurangnya pasokan komoditas emas untuk dikonversi kedalam mata
uang negara. Dengan memburuknya kondisi ekonomi yang dirasakan oleh banyak
negara, kemudian mendorong banyak negara untuk memecahkan permasalahan yang
sama dengan mengadakan pertemuan dengan negara-negara di dunia untuk mencari
solusi dalam memperbaiki kondisi perekonomian pasca perang, terutama dalam
masalah sistem keuangan atau moneter.
Dampak krisis pasca perang dunia pertama
sangat terasa bagi mayoritas negara-negara eropa, bank-bank dinyatakan bangkrut
dan mengalami defisit yang sangat tinggi. Di lain sisi Amerika termasuk negara
yang tidak merasakan dampak krisis tersebut, hal ini disebabkan karena
melimpahnya cadangan emas yang dimiliki oleh Amerika. Dengan kondisi
perekonomian yang stabil, kemudian Amerika menggagas sebuah pertemuan dengan
negara-negara dunia Internasional untuk membahas masalah krisis yang terjadi di
Eropa. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Bretton Woods, New Hampshire, Amerika
Serikat pada tahun 1944 dan dihadiri oleh perwakilan dari 44 negara di dunia.
Dari pertemuan ini kemudian akan menjadi sebuah sejarah tentang terbentuk
sistem baru dalam dunia keuangan internasional yang diposisikan sebagai
pengganti dari sistem standar emas yaitu Sistem Bretton Woods.
Tujuan dari pertemuan Bretton Woods adalah
untuk menciptakan sebuah kesepakatan mengenai sistem pertukaran mata uang yang
kemudian dikenal dengan sebutan Fixed Exchange Rate System atau pertukaran mata
uang tetap. Dalam kesepakatan Fixed Exchange Rate System telah menyetujui
beberapa hal yang berkaitan dengan, antara lain:
- Setiap negara yang terlibat dalam perjanjian harus menentukan kurs mata uang negara tersebut terhadap mata uang Dollar Amerika (USD).
- Standar nilai USD terhadap emas yang disepakati bersama adalah USD 35/
- Negara-negara yang terlibat dalam kesepakatan harus menerima ketentuan harga emas yang ditetapkan oleh Amerika.
- Amerika memberlakukan persyaratan terhadap kurs mata uang yang harus disepakati oleh semua negara terkait.
Sistem Kurs Mengambang Terkendali
Setelah muncul Sistem Bretton Woods yang
kemudian melahirkan banyak kesepakatan dan terbentuknya lembaga-lembaga
keuangan internasional memberikan berdampak pada meningkatnya pertumbuhan
ekonomi yang ditandai dengan bertambahnya pendapatan negara, perdagangan dunia
yang semakin berkembang luas, dan ketersediaan lapangan pekerjaan yang merata.
Kembalinya stabilitas perekonomian dunia merupakan puncak sukses dari penerapan
Sistem Bretton Woods yang berlangsung hampir 20 tahun. Tahun 1972 merupakan
tahun dimana Sistem Bretton Woods tidak dijalankan lagi, karena mengalami
banyak masalah yang berakibat pada ketidakstabilan cadangan emas yang dimiliki
oleh Amerika. Setelah Sistem Bretton Woods berakhir maka sistem moneter
internasional mulai diambil alih oleh IMF yang kemudian lahirlah sistem
keuangan baru yang disebut dengan Sistem Kurs Mengambang Terkendali atau
Managed Float. Yang dimaksud dengan Sistem Kurs Mengambang Terkendali adalah
sebuah sistem keuangan internasional yang merupakan penggabungan antara sistem
nilai tukar tetap dan sistem nilai fleksibel. Dengan menerapkan sistem ini maka
akan terlihat perubahan nilai tukar yang terus berubah-ubah setiap harinya dan
hal ini menunjukkan sebuah respons terhadap aktivitas pasar. Karena sifat yang
dinamis inilah maka dibutuhkan sebuah perantara atau media yang memiliki
pengaruh dalam mengendalikan kestabilan pasar terhadap perubahan nilai tukar,
perantara atau media yang dibutuhkan dalam kegiatan pasar diwakili oleh adanya
bank sentral.
IMPLIKASI BISNIS AKIBAT FLUKTUASI NILAI
TUKAR
Fluktuasi mata uang adalah hasil alami
dari sistem nilai tukar mengambang yang merupakan norma bagi sebagian besar
ekonomi utama. Nilai tukar satu mata uang dengan mata uang lainnya diperngaruhi
oleh banyak faktor fundamental dan teknis.
Tingkat mata uang memiliki dampak langsung
pada aspek ekonomi yaitu sebagai berikut:
- Perdagangan Barang Dagangan
Ini mengacu pada perdagangan internasional
seperti ekspor atau impor. Secara umum, mata uang yang lebih lemah akan
merangsang ekspor dan membuat impor lebih mahal sehingga bisa mengurangi
defisit perdagangan suatu negara dari waktu ke waktu. Depresiasi mata uang
domestik adalah alasan utama mengapa bisnis ekspor tetap kompetitif di pasar
internasional.
Sebaliknya mata uang yang lebih kuat dapat
mengurangi daya saing ekspor dan membuat impor lebih murah sehingga dapat
menyebabkan defisit perdagangan semakin besar yang akhirnya melemahkan mata
uang. Tapi sebelum ini terjadi, sektor industri yang sangat berorientasi ekspor
dapat hancur oleh mata uang yang terlalu kuat.
- Arus Modal
Modal asing cenderung mengalir ke
negara-negara yang memiliki pemerintahan kuat, ekonomi dinamis dan mata uang
yang stabil. Suatu negara perlu memiliki mata uang yang relatif stabil untuk
menarik modal asing. Jika tidak, maka prospek kerugian kurs yang ditimbulkan
oleh depresiasi mata uang dapat menghalangi investor asing.
Arus modal dapat dikelompokkan menjadi dua
jenis yaitu investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) dan
investasi portofolio asing. FDI adalah kondisi di mana investor asing mengambil
saham di perusahaan yang ada atau membangun fasilitas baru di luar negeri.
Sedangkan investasi portofolio asing adalah kondisi di mana investor asing
berinvestasi di sekuritas luar negeri.
Komentar
Posting Komentar