melatiskma.blogspot.co.id/2016/11/ilmu-budaya-dasar.html?m=1
Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar
A. KEINDAHAN
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya
bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat
indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan,
perabot rumah tangga, suara, warna ,dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi
manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan
perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan
dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak
dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja
dapat menikmati keindahan.
Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan
kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama
yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak
mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan Monalisa
tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan
kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni
berusaha memberikan makna sepenuh – penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak
terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau
lokal.
(1)
APAKAH KEINDAHAN ITU ?
Sebenarnya sulit bagi
kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak
yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika
telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata
lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan
bentuk itu keindahan dapat berkomunikasi. Jadi, sulit bagi kita jika berbicara
mengenai keindahan, tetapi jelas bagi kita jika berbicara mengenai sesuatu yang
indah. Keindahan hanya sebuah konsep yang baru berkomunikasi setetlah mempunyai
bentuk, misalnya lukisan, pemandangan alam, tubuh yang molek, film, nyanyian.
Menurut The Liang Gie
dalam bukunya “Garis Besar Estetika”. Menurut asal katanya, dalam bahasa
Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful” dalam bahasa
Perancis “beau”, sedang Italia dan Spanyol “bello” berasal dari kata lain “bellum”.
Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk
pengecilan menjadi “bonellum” dan diperpendek sehingga ditulis “bellum”`
Menurut cakupannya
orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalitas abstrak dan
sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa
Inggris sering dipergunakan istilan beauty (keindahan) dan the beautiful (benda
atau hal yang indah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang –
kadang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut
luasnya pengertian, yakni :
a)
Keindahan
dalam arti luas
merupakan
pengertian semula dari bahasa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan.
Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang
Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga
menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang
indah. Orang Yunani dulu berbicara pula mengenai pengertian keindahan dalam
arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan
penglihatan (misalnya pada karya pahat dan arsitektur) dan harmonia untuk
keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Jadi pengertian keindahan yang
seluas – luasnya meliputi :
·
Keidahan seni
·
Keindahan alam
·
Keindahan moral
·
Keindahan intelektual
b)
Keindahan
dalam arti murni
menyangkut
pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang
diserapnya.
c)
Keindahan
dalam arti terbatas
yaitu lebih
disempitkan sehingga hanya menyangkut benda – benda yang diserapnya dengan
penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna
Dari ciri itu
dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan
dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata – kata. Ada pula yang
berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan – hubungan yang
selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.
(2) NILAI ESTETIK
Dalam rangka teori umum
tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap
sebagai salah satu jenis nilai seperti hal nya nilai moral, nilai ekonomik,
nilai pedidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu
yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Masalahnya sekarang
ialah : apakah nilai estetik itu ? dalam bidang filsafat, istilah nilai
seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan
(worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related
sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai
berikut:
“The believed capacity
of any object to satisfy a human desire. The quality of any abject which causes
it to be on interest to an individual or a group”. (kemampuan yang dipercaya
ada pada sesuatu benda untuk memuaskan sesuatu keinginan manusia. Sifat dari
sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan).
Menurut kamus itu
selanjutnya nilai adalah semata – mata suatu realita psikologis yang harus
dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan
bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapat pada
sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.
Tentang nilai dibedakan
antara nilai subyektif dan nilai obyektif, atau ada yang membedakan nilai
perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi yang penting adalah nilai ekstrinsik
dan nilai instrinsik.
·
Nilai
ekstrinsik
Adalah
sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya
(instrumental/contributory value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau
membantu.
·
Nilai
instrinsik
Adalah
sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun
demi kepentingan benda itu sendiri.
Contoh
:
1)
Puisi bentuk à puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris,
sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangakn pesan yang ingin
disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi disebut nilai instrinsik.
2)
Tari à tarian Damarwulan-minakjinggo suatu tarian yang
halus dan kasar dengan segala macam jenis pakaian dan gerak – geriknya. Tarian itu
merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh tarian
itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.
(3)
KONTEMPLASI DAN EKSTANSI
Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan
sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk
menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini
dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan terjadi penilaian
bahwa sesuatu itu indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan
kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan,
sedangkan ekstansi itu merupakan faktor untuk merasakan, menikmati keindahan. Karena
derajat kontemplasi dan ekstensi itu berbeda – beda antara setiap manusia, maka
tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda – beda. Mungkin orang yang
satu mengatakan karya seni itu indah, tetapi orang yang lain mengatakan karya
seni itu tidak/kurang indah, karena selera seni berlainan.
d (4)
APA SEBAB MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN ?
Keindahan itu pada
dasarnya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu
ciptaan Tuhan. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi
tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman
atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral,
mengenai perubahan nilai – nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan,
dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan
manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati. Berikut alasan/motivasi
dan tujuan seniman menciptakan keindahan :
1)
Tata nilai yang
telah usang
2)
Kemerosotan zaman
3)
Penderitaan manusia
4)
Keagungan Tuhan
e (5)
KEINDAHAN MENURUT PANDANGAN ROMANTIK
Dalam buku AN Essay on
Man (1954), Ernst Cassirer mengatakan bahwa arti keindahan tidak bisa pernah
selesai diperdebatkan. Meskipun demikian, kita dapat menggunakan kata – kata penyair
romantik John keats (1795 – 1821) sebagai pegangan. Dalam Endymion dia berkata :
A thing of beauty is a
joy forever
its loveliness
iscreases; it will never pass into nothingness
Dia mengatakan, bahwa sesuatu yang indah
adalah keseriangan selama-lamanya, kemolekannya bertambah, dan tidak pernah
berlalu ke ketiadaan. Dari sini kita mengetahui bahwa keindahan hanyalah sebuah
konsep yang baru berkomunikasi setelah mempunyai bentuk. Karena itu dia tidak
berbicara langsung mengenai keindahan, akan tetapi sesuatu yang indah.
B. RENUNGAN
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam
memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah
hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori
itu ialah :
a.
Teori Pengungkapan
Dalil teori ini ialah bahwa “Art is
expression of human feeling” (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan
manusia). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang
seniman ketika menciptakan suatu karya seni.
b.
Teori Metafisik
Teori seni yang bercorak metafisis merupakan
salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya
tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan
teori seni.
c.
Teori Psikologis
Teori-teori metafisis dari para filsuf yang
bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi
atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan
spekulatif.
C. KESERASIAN
Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya
cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena, dan sesuai itu
mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.
Pertentanganpun menghasilkan keserasian. Misalnya dalam dunia musik,
pada hakekatnya irama yang mengalun itu merupakan pertentangan suara tinggi
rendah, panjang pendek, dan keras lembut.
1)
Teori
Obyektif dan Teori Subyektif
The Liang Gie dalam bukunya garis besar
estetika menjelaskan, bahwa mencipta seni ada dua teori yakni teori obyektif
dan teori subyektif. Pendukung teori obyektif adalah Plato, Hegel, dan Bemard
Bocanquat, sedangkan pendukung teori subyektif ialah Henry Home, Earlof
Shaffesbury, dan Edmund Burke.
Teori obyektif berpendapat, bahwa
keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualita)
yang memang melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang
yang mengamatinya. Teori subyektif,
menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak
ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda.
2)
Teori
Penimbangan
Teori penimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani
Konu dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitatif
yang diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan dianggap sebagai kualita dari
benda-benda yang disusun (yakni mempunyai bagian-bagian). Hubungan dari
bagian-bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan
atau perbandingan angka-angka. Contoh visual untuk perimbangan yang
menyenangkan dilihat dan karenanya disebut indah oleh bangsa Yunani dulu ialah
bentuk empat persegi, elips yang masing-masing mempunyai proporsi 1:1,6 atau
3:5. Perimbangan itu dinamakan perbandingan keemasan (golden ratio).
Keindahan hanya ada
pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap pikiran melihat suatu
keindahan yang berbeda-beda. Para seniman romantik umumnya berpendapat bahwa
keindahan sesungguhnya tercipta dari tidak adanya keteraturan, yakni tersusun
dari daya hidup, penggambaran, pelimpahan dan pengungkapan perasaan. Karena itu
tidak mungkin disusun teori umum tentang keindahan.
Referensi :
Widyo Nugroho, Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Universitas Gunadarma
Referensi :
Widyo Nugroho, Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Universitas Gunadarma



Komentar
Posting Komentar