Manusia dan Cinta Kasih
Ilmu Budaya Dasar
1.
PENGERTIAN CINTA KASIH
A.
Pengertian Cinta Kasih
Menurut
kamus bahasa indonesia karya W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada)
atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan,
kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas
kasihan. Maka, pengertian cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih
memperkuat rasa cinta kepada sesorang. Dan, cinta kasih bisa juga diartikan
sebagai perasaan suka atau sayang kepada seseorang dan juga disertai dengan
menaruh belas kasih.
Dalam bukunya, Erich Fromm menyebutkan, “cinta itu yang paling utama
adalah memberi, bukan menerima. Yang paling penting dalam memberi adalah
hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan material. Yang merupakan ungkapan paling
tinggi dari kemampuan”. Cinta dapat berlangsung sesaat, tetapi rasa kasih
sayanglah yang akan menuntun dan melanjutkan seseorang untuk mengetahui apa itu
arti cinta yang sesungguhnya.
Pengertian
cinta kasih adalah suatu perasaan ingin memberikan kasih sayang, perlindungan,
kenyamanan, kebahagiaan, dan ketentraman kepada seseorang secara tulus dan
ikhlas tanpa ada paksaan atau tuntutan dan tanpa berharap imbalan apapun. Cinta
kasih bersifat universal, kita dapat memberikan cinta kasih kita kepada siapa
saja. Misalnya orangtua, keluarga, teman, pacar, orang-orang sekitar, dan juga Yang Maha Kuasa.
B. Unsur - Unsur Tentang Cinta
Dengan
keempat unsur tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan
pengenalan suatu cinta dapat dibina secara baik.
B. Unsur - Unsur Tentang Cinta
Cinta
selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu :
- Pengasuhan : contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu pada anaknya; bagaimana seorang ibu dengan rasa cinta kasihnya mengasuh anaknya dengan sepenuh hati.
- Tanggung jawab : dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali sukarela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukkan penyelenggaraan atas hubungan fisik.
- Perhatian
: yang berarti memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan
membuka diri sebagaimana adanya.
- Pengenalan : merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
C. Unsur - Unsur Dalam Segitiga Cinta
Menurut
Dr. Sarlito W. Sarwono juga mengemukakan pendapat bahwa cinta juga memiliki 3
unsur, yaitu : - Ketertarikan : adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, kalau ada janji dengan dia harus ditepati, ada uang sedikit beli hadiah untuk dia.
- Keintiman : adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya. Makan minum dari satu piring-cangkir tanpa rasa risih, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan sebgaianya.
- Kemesraan : adalah adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen rindu kalo jauh atau lama tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan rasa sayang dan seterusnya.
Selanjutnya Dr. Sarlito W. Sarwono mengemukakan, bahwa tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya Kadang - kadang ada yang keterikatannya sangat kuat, tetapi keintiman atau kemesraannya kurang. Cinta seperti itu mengandung kesetiaan yang amat kuat, kecemburuannya besar, tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman. Misalnya cinta sahabat karib atau saudara sekandung yang penuh dengan keakraban, tetapi tidak ada gejolak - gejolak mesra dan orang yang bersangkutan masih lebih setia kepada hal - hal lain dari pada partnernya.
Cinta juga dapat diwarnai dengan kemesraan yang sangat menggejolak, tetapi unsur keintiman dan keterikatannya yang kurang. Cinta seperti itu dinamakan cinta yang pincang, karena garis - garis unsur cintanya tidak membuat segitiga sama sisi, seperti nyata pada gambar berikut.
1. Cinta tingkat
tertinggi
2. CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
Adalah cinta kepada Allah, tak diragukan lagi bahwa
seorang yang telah merasakan kelezatan iman di dalam hatinya, ia akan mencurahkan
segala cintanya hanya kepada Tuhan. Karena ia telah meyakini bahwa dzat
Tuhanlah yang maha sempurna, maha indah dan maha agung. Tak ada satupun selain
Dia yang memiliki kesempurnaan sifat-sifat tersebut. Maka dengan ketulusan iman
yang sejati itulah yang harus diikuti karena Dialah yang maha tinggi, maha
sempurna dan maha agung.
2. Cinta tingkat
menengah
Adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri atau
suami dan kerabat. Hakikat cinta menengah adalah suatu energi yang datang dari
perasaan hati dan jiwa. Ia timbul dari perasaan seseorang yang dicintainya,
aqidah, keluarga, kekerabatan, atau persahabatan. Karena hubungan cinta, kasih
sayang dan kesetiaan di antara mereka semakin akrab. Berangkat dari perasaan
lembut yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati dan jiwa seseorang inilah, akan
terbentuk perasaan kasih sayang dan cinta dari seseorang terhadap orang lain.
3. Cinta tingkat terendah
Adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga,
kerabat, harta dan tempat tinggal. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang
paling keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan. Karena itu ia adalah cinta
rendahan. Bentuknya beraneka ragam, yaitu:
a. Cinta kepada thagut, thagut berarti syetan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan.
b. Cinta berdasarkan
hawa nafsu.
c. Cinta yang lebih
mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri, perniagaan dan tempat
tinggal.
2. CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
A.
Berbagai Bentuk Cinta dan Ayat-ayat Al-Qur’an Tentang Cinta
1. Cinta Diri
Cinta
diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri untuk tetap hidup,
mengembangkan potensi diri dan mengaktualisasikan dirinya. Jadi ia mencintai
sesuatu yang membuat dirinya menjadi lebih baik. Dan sebaliknya dia akan
membenci sesuatu yang membuat hidupnya sedih atau terancam mara bahaya.
Al-Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri,
kecenderungan untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi
dirinya, dan menghindarkan segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya.
Diantara
gejala yang menunjukkan kecintan manusia terhadap dirinya sendiri ialah
kecintaannya yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua
keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan
kemewahan hidup (QS, al-“Adiyat, 100:8).
Diantara
gejala lain yang menunjukkan kecintaan manusia pada dirinya sendiri ialah
permohonannya yang terus-menerus agar dikaruniai harta, kesehatan dan berbagai
kebaikan dan kenikmatan hidup lainnya. Dan apabila ia tertimpa bencana,
keburukan atau kemiskinan, ia merasa putus asa dan mengira ia tidak akan bisa
memperoleh karunia lagi (QS, Fushilat, 41:49).
2. Cinta Kepada Sesama
Manusia
Agar
manusia dapat hidup dengan penuh keserasian, ketentraman serta keharmonisan
dengan orang lain, setiap manusia harus menghilangkan sifat egois atau ingin
menang sendiri dan juga membatasi rasa cintanya kepada diri sendiri. Al-Qur’an
juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling cinta mencintai
seperti cinta mereka terhadap diri sendiri.
3. Cinta Seksual
Cinta
erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam
melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerja sama antara suami dan istri.
Ia merupakan faktor primer bagi kelangsungan hidup keluarga: “Dan di antara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,
supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di
antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir. (QS, Ar-Rum, 30:21)”
Dorongan
seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi
kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah terbentuk keluarga. Dari keluarga
terbentuk masyarakat dan bangsa. Dengan demikian bumi menjadi ramai,
bangsa-bangsa saling mengenal, kebudayaan berkembang dan ilmu pengetahuan dan
industri menjadi maju. Di Islam
hubungan ini hanya boleh dilakukan secara sah yaitu melalui “perkawinan”.
4. Cinta Kebapakan
Para
ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan
fisiologis seperti halnya dorongan ke ibuan, melainkan dorongan psikis. Karena mereka
sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan, dan
merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap
terkenangnya dia setelah meninggal dunia. Ini terlihat jelas dalam do’a Zakaria
as, yang memohon pada Allah semoga ia dikarunia seorang anak yang akan
mewarisinya dan mewarisi keluarga Ya’qub:
“Ia berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai : QS, Maryam, 19:4-6”
Cinta
kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kisah nabi Nuh as. Betapa cintanya
ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta,
kasih sayang, dan belas rasa kasihan, untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam
ditelan ombak:
“......Dan Nuh memanggil anaknya –
sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil : “Hai...anakku, naiklah
(kekapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang
kafir”. (QS, Yusuf, 12:48)
Cinta
itu nampak pula dalam doa nabi Nuh as, yang memohon pada Allah semoga anaknya
selamat:
“Dan Nuh berseru kepada Tuhannya
sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan
sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang
seadil-adilnya (QS, Hud, 11:45)”
Biasanya
cinta kebapakan nampak dalam perhatian seorang bapak pada anak-anaknya, asuhan,
nasehat, dan pengarahan yang diberikannya pada mereka, demi kebaikan dan
kepentingan mereka sendiri.
5. Cinta Kepada Allah
Puncak
cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada
Allah dan kerinduannya kepada-Nya. tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya
saja, tetapi juga dalam tindakan dan tingkah lakunya, semua tingkah laku dan
tindakan ditujukan kepada Allah.
“Katakanlah: “Jika kamu
(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa-dosamu”. Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS, Ali
Imran, 3:31)
Cinta
yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi
kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua
bentuk kecintaan lainnya
6. Cinta Kepada Rasul
Cinta kepada rasul,
yang diutus oleh Allah sebagai rahman bagi seluruh alam semesta, menduduki
peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal
sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat
luhur lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan
mencintai Rasulullah yang telah menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan
penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar diseluruh penjuru dunia, dan
membawa kemanusiaan dari kekelaman kesesatan menuju cahaya petunjuk.
3.
KASIH SAYANG
A.
Pengertian Kasih Sayang
Pengertian kasih
sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan
cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Dalam
kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung
jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya. saling pengertian, saling
terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah
satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggung jawab, maka retaklah
keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang yang tidak disertai kejujuran,
terancamlah kebahagiaan rumah tangga itu.
Yang
dapat merasakan kasih sayang bukan hanya suami atau istri atau anak-anak yang telah
dewasa, melainkan bayi yang masih merah pun telah dapat merasakan kasih sayang
dari ayah dan ibunya. Bayi yang masih merah telah dapat mengenal suara atau
sentuhan tangan ayah ibunya. Bagaimana sikap ibunya memegang/menggendong telah
dikenalnya. Hal ini karena sang bayi telah mempunyai kepribadian.
Kasih
sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang
tua, pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagal hasil curahan kasih
sayang orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas
dari kasih sayang dan perhatian orang tua. Suatu hubungan yang harmonis akan
terjadi bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
B.
Macam-macam Cinta Kasih dari Orang Tua
Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam -
macam demikian sebaliknya. Dari cara pemberian cinta kasih dapat dibedakan :
► Orang tua bersifat
aktif, si anak bersifat pasif
Orang tua memberikan
kasih sayang baik moral dan materiil sebanyak- banyaknya. Sang anak hanya
menerima dan tidak memberikan respon. Hal ini dapat menyebabkan anak menjadi
takut, kurang berani dalam masyarakat, tidak berani menyampaikan pendapat,
minder, sehingga si anak tidak mampu berdiri sendiri di dalam masyarakat.
► Orang tua bersifat
pasif, si anak bersifat aktif
Dalam hal ini si anak
berlebih-lebihan memberikan kasih sayang kepada orang tuanya, kasih sayang ini
diberikan secara sepihak, namun orang tua hanya mendiamkan dan tidak membalas
perilaku si anak, tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.
► Orang tua bersifat
pasif, si anak bersifat pasif
Disini jelas bahwa
masing-masing hanya membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri-sendiri, tanpa
saling memperhatikan. Kehidupan keluarga sangat dingin karena tidak adanya
kasih sayang antara orang tua dan anak, masing-masing membawa caranya sendiri,
tidak ada tegur sapa jika tidak perlu. Orang tua hanya memenuhi kebutuhan
materi saja.
► Orang tua bersifat
aktif, si anak bersifat aktif
Didalam hal ini orang
tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga
hubungan antara orang tuadan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai,
saling menghargai, dan saling membutuhkan. Kasih sayang itu nampak sekali bila
seorang ibu sedang menyusui tau menggendong, bayinya itu diajak bercakap-cakap,
ditimang-timang, dinyanyikan, meskipun bayi itu tak tahu arti kata-kata, lagu
dan sebagainya.
C.
Contoh-contoh Tentang Kasih Sayang
1. Sajak asrul sani
“Surat Dari Ibu” yang mengungkapkan betapa tulus cinta kasih sayang seorang ibu
kepada anaknya bukan dengan memanjakannya melainkan dengan nasehat dan
petuah-petuah agar anaknya pergi menuntut ilmu ke negri seberang dan mencari
pengalaman hidup sebanyak-banyaknya. Kalau anaknya telah menjadi “orang”
barulah ia boleh pulang.
2. “Elang Laut” asrul
sani secara simbolik juga mengungkapkan pengalaman batinya tentang kasih
sayang, tanggung jawab dan pengorbanan yang tulus dari seekor induk elang
terhadap anak-anaknya, tanpa menghiraukan dirinya. Akhirnya sang induk gagal
membawakan makanan untuk anak-anaknya di sarang, karena ditengah jalan setelah
terbang mati-matian melawan badai, ia pun mati dan tenggelam ke dasar lautan.
Dan anak-anaknya pun mati kelaparan di sarangnya.
4.
KEMESRAAN
C. Sajak Tentang Kemesraan
A.
Pengertian Kemesraan
Kemesraan
berasal dari kata mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan
ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara
maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan dapat menciptakan berbagai bentuk
seni sesuai dengan kemampuan bakatnya.
Filsuf Rusia, Salovjef dalam bukunya makna kasih
mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius,
ia terlempar dari ke luar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain”.
Pernyataan ini dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah “Romeo
dan Juliet”, bila di Indonesia kisah Roro mendut-Pronocitro.
Ada pula, tingkatan
kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
• Kemesraan dalam
Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana
masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan
seksualitasnya kuat.
• Kemesraan dalam Rumah
Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada
tahun tahun awal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah
agak lama biasanya semakin berkurang.
• Kemesraan Manusia
Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada
masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.
B.
Puisi Tentang Kemesraan
Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia,
menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Kemesraan cinta tidak hanya terpatri dalam lubuk hati masing-masing, tetapi
juga memancar dari sinar mata keduanya. Contoh dari puisi yang bertemakan
kemesraan dengan judul “Episode” karya W.S Rendra.
Kami duduk berdua
di bangku halaman rumahnya
Pohon jambu di halaman rumah itu
berbuah dengan lebatnya
dan kami senang
memandangnya
Angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran
Tiba-tiba ia bertanya:
”Mengapa sebuah kancing bajumu
lepas terbuka?”
Aku hanya tertawa
Lalu ia sematkan dengan mesra
sebuah peniti menutup bajuku
Sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya
Tiap manusia pernah bercinta, hanya saja tidak setiap manusia dapat melahirkan rasa cinta dalam bentuk seni. Bagi penyair mencurahkan rasa cintanya adalah biasa. Kalau Rendra mencurahkan kemesraannya dalam bentuk puisi, maka Chairil Anwar mencurahkan kemesraannya dalam bentuk sajak yang berjudul "Ajakan".
Ida
menembus sudah cahaya
udara tebal kabut
kaca hitam lumut
pencar - pencar sekarang
di ruang tengah lapang
mari ria lagi
luluh belas tahun kembali
bersepeda sama-gandengan
kita jalani ini jalan
ria bahagia
tak acuh tak apa - apa
gembira riang
biar hujan datang
kita mandi basahkan diri
tahu pasti sebentar kering lagi.
5.
PEMUJAAN
Pemujaan adalah
salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diwujudkan
dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan
adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur
segala, bila manusia mengabaikan perintahnya. Karena itu ketakutan manusia
selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia
memuja-Nya. Dalam surat Al-Mu'minin ayat 98 dinyatakan: "Dan aku
berlindung kepada-Mu. Ya Tuhanku, dari kehadiran-Nya di dekatku". Karena
itu jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup
manusia, karena Tuhan pencipta alam semesta termasuk pencipta manusia itu
sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.
Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan
sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi. Sholat di rumah,
masjid, sembahyang di pura, di candi, di gereja, bahkan ditempat-tempat yang
dianggap keramat merupakan perwujudan dari pemujaan kepada Tuhan atau yang
dianggap Tuhan. Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin
berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala
dosanya, mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijksanaan, agar ditunjukkan
jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekurangan yang ada padanya, dan
lain-lain.
6.
BELAS KASIHAN
A.
Pengertian Belas Kasihan
Belas kasih
adalah kebajikan di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk
penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan
landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi
prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian.
Dalam
surat Yohanes dijlaskan ada tiga macam cinta, yaitu:
1.) Cinta agape ialah cinta manusia
kepada Tuhan.
2.) Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan
saudara.
3.) Cinta amor ataue eros ialah cinta antara pria dan wanita.
Perbedaan antara cinta eros dan amor ini adalah cinta eros sebagai kodrati
sebagai laki-laki dan perempuan, sedangkan cinta amor karena unsur-unsur yang
sulit dinanar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau dinikahi
seorang pemuda yang kerdil.
Dalam surat Al –Qolam ayat 4, ”maka manusia menaruh
belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang
yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT”.
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah
orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan.
Masalahnya sanggupkah ia mengggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang
itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.
B.
Cara-cara Menumpahkan Belas Kasih
Dalam kehidupan
banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita menumpahkan belas
kasihan.yang perlu kita kasihani antara lain: Yatim piatu, orang-orang jompo
yang tidak mempunyai ahli waris, pengemis yang benar-benar tidak mampu bekerja,
orang sakit dirumah sakit, orang cacat, masyarakat kita yang hidup menderita
dan sebagainya. Orang – orang itu umumnya menderita lahir dan batin dan umumnya
sedikit tangan yang menaruh belas kasihan.
Berbagai
macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan
kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang
memberikan pakaian, makanan dan sebagainya. Sungguh, alangkah baiknya jika kita
dapat lebih berempati terhadap orang yang membutuhkan.
Perbuatan
atau menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Manusia mempunyai
potensi untuk berbelas kasihan. Belas kasihan yang kita tumpahkan benar-benar
keluar dari lubuk hati yang ikhlas.
7.
CINTA KASIH EROTIS
Cinta kasih
kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding,
sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah
tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut,
kedua-duanya mempunyai persamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak
terbatas kepada seseorang saja. Berlawanan
dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan
akan penyatuan yang sempurna. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat
ekslusif bukan uiversal., dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang
paling tidak dapat dipercaya.
Dalam
cinta kasih erotis terdapat ekslusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih
persaudaraan dan cinta kasih keibuan. Sering kita jumpai seapsang orang-orang
yang sedang saling mencintai tanpa merasakan cinta kasih terhadap setiap orang
lainnya. Cinta kasih mereka sebenarnya merupakan egoism dua orang, mereka adalah
dua orang yang saling menemukan kesamaan. Cinta kasih erotis mengeksklusifkan
cinta kasih terhadap orang lain hanyalah dalam segi-segi fusi erotis dan
keitsertaan dengan semua aspek kehidupan orang-orang lain, tapi bukan dalam
arti cinta kasih yang mendalam.
Cinta
kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian,
yaitu bahwa seseorag sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya
yang sedalam dalamnya. Ada pula orang yang memandang bahwa factor yang
penting di dalam cinta kasih erotis itu adalah keinginan.
Dengan
demikian maka, baik pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi
individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain
daripada perbuatan kemauan. Oleh karena itu, gagasan bahwa hubungan pernikahan
mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak bersukses didalamnya, merupakan
gagasan bahwa hubungan semacam itu, didalam keadaan bagaimanapun, tidak boleh
diputuskan.
Referensi :
Widyo Nugroho, Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Universitas Gunadarma










Komentar
Posting Komentar